Camar ku tlah pulang
Pukul 16.00 telepon ku berdering, terdengar suara diseberang sana, suara yang sangat aku kenal bahkan teramat sangat, karena hanya suara itu yang mampu membuat dada ini berdesir, jantung berdegup kencang dan lamunku jauh menerawang.
Sampai akhirnya aku tersadar….
Camarku tlah pulang tapi bukan untuk aku
Kalau saja waktu itu aku tak melakukan kesalahan, mungkin dia akan menjadi milikku, ya kesalahan yang terbesar yang pernah kulakukan dan aku sendiri tidak bisa memaafkannya. Andai saja aku punya sedikit kesabaran untuk menunggu,, mungkin kita sudah merenda angan bersama. Tapi aku terlalu rapuh tuk kau jadikan peraduanmu. Sayang, penyesalan selalu datangnya terlambat.
Sayup sayup ku dendangkan lagu terlalu cintanya Rosa..
Jangan dekat atau datang datang kepada ku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan .. maafkan diri ini yang tak pernah bisa
Menjauh dari angan tentangnya
Namu apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia…..
Nuraniku berkata, ingin kugapai camar itu
Kuelus dengan lembut setiap kepak sayapnya
Namun semuanya tak mungkin
Aku telah berdua dan kau pun demikian
Tapi ku tak sanggup menahan keinginan di dada
Ku ingin memandangmu dari jauh …ya ….dari jauh
Camar..
Masih ingat kan coretan terakhirku buatmu, kutulis dalam keharuan disaat kau telah menemukan penggantiku… ada rasa senang tapi perih pun mengoyak.
“Biarkan aku mencintaimu dari jauh, dengan segenap asa yang terpendam”
Selasa Senja…
Ku kumpulkan seluruh keberanianku untuk melihat mu
Aku takut menatap matamu dalam dalam
Aku tak berdaya menjabat tanganmu
Bahkan lidahku pun kelu tuk sekedar menanyakan kabarmu
Ada apa dengan diri ini Tuhan??
Aku tak kuasa menyembunyikan perasaan ini
Camar aku kangen
Camar aku sayang
Camar aku tersiksa
Kualihkan segera perhatianku, agar tak seorang pun tahu
Hingga tiba waktunya ku harus undur diri
Camar, mengapa kau jabat tanganku begitu erat?
Apakah kau merasakan hal yang sama?
Ataukah ini hanya perasaanku saja
Hanya satu kalimat terucap lirih di dalam hati
“ TRUE LOVE NEVER DIE”
By Tak 32
2 komentar:
no comment..guud..guud...guud
Iyo tawwa...
Ajar dulue...
Posting Komentar