Selasa, 03 Juni 2008

CERING

Camar ku tlah pulang

Pukul 16.00 telepon ku berdering, terdengar suara diseberang sana, suara yang sangat aku kenal bahkan teramat sangat, karena hanya suara itu yang mampu membuat dada ini berdesir, jantung berdegup kencang dan lamunku jauh menerawang.
Sampai akhirnya aku tersadar….
Camarku tlah pulang tapi bukan untuk aku
Kalau saja waktu itu aku tak melakukan kesalahan, mungkin dia akan menjadi milikku, ya kesalahan yang terbesar yang pernah kulakukan dan aku sendiri tidak bisa memaafkannya. Andai saja aku punya sedikit kesabaran untuk menunggu,, mungkin kita sudah merenda angan bersama. Tapi aku terlalu rapuh tuk kau jadikan peraduanmu. Sayang, penyesalan selalu datangnya terlambat.

Sayup sayup ku dendangkan lagu terlalu cintanya Rosa..
Jangan dekat atau datang datang kepada ku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan .. maafkan diri ini yang tak pernah bisa
Menjauh dari angan tentangnya
Namu apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia…..

Nuraniku berkata, ingin kugapai camar itu
Kuelus dengan lembut setiap kepak sayapnya
Namun semuanya tak mungkin
Aku telah berdua dan kau pun demikian
Tapi ku tak sanggup menahan keinginan di dada
Ku ingin memandangmu dari jauh …ya ….dari jauh

Camar..
Masih ingat kan coretan terakhirku buatmu, kutulis dalam keharuan disaat kau telah menemukan penggantiku… ada rasa senang tapi perih pun mengoyak.
“Biarkan aku mencintaimu dari jauh, dengan segenap asa yang terpendam”

Selasa Senja…
Ku kumpulkan seluruh keberanianku untuk melihat mu
Aku takut menatap matamu dalam dalam
Aku tak berdaya menjabat tanganmu
Bahkan lidahku pun kelu tuk sekedar menanyakan kabarmu
Ada apa dengan diri ini Tuhan??
Aku tak kuasa menyembunyikan perasaan ini
Camar aku kangen
Camar aku sayang
Camar aku tersiksa
Kualihkan segera perhatianku, agar tak seorang pun tahu
Hingga tiba waktunya ku harus undur diri
Camar, mengapa kau jabat tanganku begitu erat?
Apakah kau merasakan hal yang sama?
Ataukah ini hanya perasaanku saja
Hanya satu kalimat terucap lirih di dalam hati
“ TRUE LOVE NEVER DIE”

By Tak 32

Senin, 02 Juni 2008

Kapan Kebersamaan itu DATANG??

14 September 2000
kita kukuhkan bersama keberhasilan dalam satu kata WISUDA
Bahagia berbinar di bola-bola mata itu....
karena.........
Selangkah anak tangga telah tertiti
Setapak alur hidup tlah terlewati
Sebait cerita tlah tergores

Namun rasa itu hanyalah sejenak menghampiri
jauh didalam sana terasa perih
Saat bentangan waktu pisahkan kita
Ketika ribuan kilo jarak tak memihak

Coy di Manado, Resmi di STP, Winda di Kaltim, Nurlina di Tarakan, Hasbullah di Pangkal Pinang, Gape di Negeri Orang, Birro di Jakarta, Kamallul di tanah Rencong, Fadly di serambi mekkah, Ilham di negeri Kanguru, tatik di Lamongan, Kacong di Papua,
Mungkin ini hanya sebagian kecil kabar dari kawan kita
Masih banyak bderetan nama yang belum tersebut

Semoga...
8 Tahun tak butakan mata, tulikan pikiran, dinginkan rasa, matikan hati, lumpuhkan budi, lelehkan kasih....
terpasung dalam setumpuk kesibukan
Terbelenggu dalam egoisme yang meninggi
terlena dalam kesendirian......

Buka mata, pikiran, hati dan jiwa
kita renda kembali budi dan kasih yang terkikis
di ladang kebersamaan
Bravo 32

By Ria.....tak32

Kamis, 29 Mei 2008

Jakarta 1996

Dengan perjuangan kita dilahirkan. Di dalam gerak tangis kita mulai membuka mata. Di dalam bedungan ibu kita menggerakkan badan melepaskan ikatan bedung. Lepas dari asuhan ibu, kita merangkak, kita ansur tegak dan kita jatuh, lalu kita tegak lagi dan jatuh lagi. Kemudian tegak terus untuk pergi berjuang ke medan permainan, lalu ke medan hidup, lalu ke perjuangan dalam batin kita sendiri, menegakkan yang baik dan melawan yang buruk. 1996 kita bertemu dalam 1000 ragam jiwa yang berbeda, namun mempunyai kesamaan tekad, hati dan tujuan.

Bagai lantunan sonata, dentang-dentang bersambung cepat, riuh, mendendangkan sebuah lantunan bunyi. Kemudian sepi ……Tapi masih berlanjut untuk lantunan bunyi yang tersimpan, manusia masih merekamnya, tanpa harus mengingatnya kembali. Kalaupun dunia adalah gelaran dentang sonata dengan koma, maka sejenak dunia akan berpikir tentang dirinya, sehingga sejarah tak perlu berulang kembali. Namun, dunia ini seperti tanpa koma, seperti rangkaian peristiwa yang terus berulang seperti sebuah otak besar yang digerakan untuk berpikir begitulah rangkaian kisah dan cerita suka duka kita selama 1464 hari dalam kebersamaan yang menyatukan kita dalam ikatan batin, saling asih, saling asuh, dalam sebuah keluarga yang hangat sampai kapan pun…..

32 sewindu sudah kita terpisah…

Sebuah nostalgia yang lalu, tidak mudah untuk dilupakan, dan masih tersimpan erat-erat didalam

sebuah potret wajah kita bersama.

Rindu akan celotehmu sobat….

Kangen keluh kesah mu kawan…

Kapan tawa ini kan terurai lepas ….

2010 dalam 32 After One Decade

by ria....ak32